
Oknum blogger ini merasa telah menjadi korban pembunuhan karakter akibat penggunaan istilah “Manusia Super”, lantaran istilah tersebut kebetulan adalah nama yang dipakainya di ranah blogsphere.
Mansup, demikian panggilan akrab blogger ini, mengaku telah menderita kerugian moril secara signifikan akibat asosiasi atribut “manusia super” versi DPR dengan dirinya. Sejak pemberitaan Temperamen tentang hal itu, dirinya mulai terganggu dengan aspirasi pengunjung blog yang tiba-tiba salah sangka mengiranya memiliki segala kualitas seorang manusia super yang diidam-idamkan DPR.
Yang paling mengganggu, menurutnya, adalah bahwa aspirasi itu akhir-akhir ini sudah bukan lagi terseklusi di dunia maya, melainkan sudah merambah ke darat. Tiba-tiba ramai ia didatangi gadis-gadis, dari teman kuliah sampai tetangga kos, yang ingin melihat secara langsung apakah dirinya benar-benar sudah dikebiri. “Ini kan menyenangkan meresahkan,” keluhnya.
Ketika ditanya apakah diantara gadis-gadis itu ada yang sudah ia tunjuki bukti fisik bahwasanya dirinya tidak pernah dikebiri, Mansup membantah. Ia mengaku baru akan menunjukkan bukti tersebut jika yang meminta adalah Asmirandah.

