Menurut Presiden, hal ini sengaja ia lakukan untuk memberi hukuman kepada partai koalisi yang kadernya sudah diberi jabatan di kabinet tetapi kerap bertentangan dengan partai Demokrat di parlemen. Dalam sambutan kenegaraannya, Presiden menyatakan, “Saya tidak akan membiarkan inkonsistensi terhadap komitmen koalisi ini go unpunished.”
Daftar nama menteri-menteri baru tersebut kami lampirkan pada akhir artikel ini. Di luar dari daftar itu, ada satu nama yang mencuat sebagai kandidat yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden untuk dijadikan Juru Bicara Kepresidenan yang baru; yaitu Azis Gagap.
Langkah tak terduga dari Presiden ini segara menuai beragam komentari dari para wakil rakyat di DPR-RI. Ruhut Sitompul, ketika ditanya pendapatnya oleh Temperamen menyatakan, “Saya bangga.” Di lain pihak, Maruarar Sirait dari fraksi PDI-P menolak dugaan bahwa partainya berada di balik keputusan aneh Presiden. “Kali ini bukan kami inisiatornya,” sergahnya. Sementara, Bambang Soesatyo dari fraksi Partai Golkar berpendapat lain. “Saya khawatir,” katanya, “ini hanyalah pengalihan isu.”
Daftar Nama Menteri-menteri Baru Kabinet Karma Policy
Menteri Komunikasi dan Informatika : Haji Bolot
Menteri Agama : Julia Perez
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Dhani Manaf alias Ahmad Dhani
Menko Kesra: Cinta Laura
Menteri Pertahanan: Olga Syahputra
Menteri Hukum dan HAM: Gogon
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Ivan Gunawan
Menteri Keterlaluan dan Perikanan : H. Rhoma Irama


