Ujung Pandang – Aksi mogok buang air besar oleh sekumpulan mahasiswa aktivis HMI Makassar berhasil digagalkan oleh warga (2/6). Aksi ini gagal setelah mahasiswa pelaku aksi terpaksa buang air besar diluar keinginannya setelah dihujani pukulan dan lemparan batu oleh warga.
Kepada Temperamen, warga mengaku kesal dengan aksi para mahasiswa ini, yang selain mogok BAB juga memblokir jalan poros yang menghubungkan Ujung Pandang dengan Kabupaten-Kabupaten lain. Mereka duduk di tengah jalan, menolak untuk beranjak dan menyatakan tidak akan buang hajat hingga tuntutannya dipenuhi. Menurut warga, aksi ini meresahkan karena udara sekitar tercemar bau tidak sedap akibat para pelaku aksi yang kerap kentut sepanjang aksinya, lantaran sudah tidak buang air besar selama hampir dua-hari-dua-malam. Warga menyesali aksi mogok buang hajat yang tidak disertai dengan aksi mogok makan. “Mogok berak tapi makan jalan terus. Makan pete lagi. Busuk mi kentu’na,” kata Ucup, salah satu warga setempat yang diwawancarai Temperamen.
Dari sumber Temperamen, aksi mahasiswa ini dipicu oleh kejadian sehari sebelumnya, yang mana telah terjadi sabotase terhadap WC di Wisma HMI. Dilaporkan WC pecah berantakan. Alhasil sekretariat dibanjiri kotoran dari WC yang hancur. Mahasiswa mengaku menemukan celana kolor berlogo kepolisian di dalam kamar kecil. Kejadian terakhir inilah yang akhirnya berbuntut aksi mogok buang air besar oleh mahasiswa. Mereka menuntut kepolisian untuk bertanggung jawab atas aksi pengrusakan WC di kantor sekretariat HMI.
Perwakilan mahasiswa yang diwawancarai Temperamen mengaku tidak akan menyerah hanya karena diserbu warga. Mereka siap melangsungkan aksi lanjutan. “Kami akan langsung lanjutkan dengan aksi mogok cebok,” kata Udin, salah satu pelaku aksi. Disampaikan, mahasiswa akan membuat pihak-pihak yang menggagalkan aksinya menyesal karena telah memaksa mereka buang air besar di luar kehendak.
Sementara pihak kepolisian yang ditemui di tempat kejadian mengaku sudah siap menyikapi aksi lanjutan dari mahasiswa. “Mereka akan kami cebok paksa dengan water cannon,” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Adang Rochjana kepada Temperamen.

